Tinggalkan Jiangsu, Capello Berpeluang Latih AC Milan

Pelatih kawakan asal Italia, Fabio Capello, bakal meninggalkan Jiangsu Suning pada 2018. Namanya dihubungkan dengan eks klub asuhannya, AC Milan, yang tengah mengalami musim buruk di Serie A.

 

Capello mendarat di China pada Juni 2017. Ia hanya cakap membawa Jiangsu finis di posisi ke-12 Liga Super China (CSL) musim 2017.

 

Eks pelatih Real Madrid dan Timnas Inggris tersebut menegaskan tidak akan memperpanjang kontraknya di Jiangsu.

 

“Saya telah berbicara dengan pemilik klub dan mengatakan saya tidak berencana untuk memperbaharui kontrak,” kata Capello terhadap kantor kabar China, Xinhua, seperti dikutip Soccerway.

 

“Saya akan memecahkan musim ini (pada 2018) layak kontrak yang disepakati,” sambung pelatih berusia 71 tahun tersebut.

 

Isu ini menimbulkan spekulasi di media-media Italia bahwa Capello berpeluang menangani Milan yang tengah terseok-seok di Serie A.

 

Setelah belanja besar-besaran di awal musim, I Rossoneri justru tampil melempem. Vincenzo Montella malah terpaksa didepak dari kursi pelatih digantikan dengan Gennaro Gattuso.

 

Sejauh ini nasib Milan di bawah kendali Gattuso belum banyak perubahan. Il Diavolo masih terperosok di peringkat ke-11 klasemen sementara Serie A dan berjarak 21 poin dari Napoli yang berada di puncak.

 

Capello digadang dapat mengembalikan kejayaan Milan seperti era 90-an. Di mana Capello sukses mempersembahkan empat titel Serie A dan trofi Liga Champions.

Timnas Indonesia Hadapi Dua Ajang Penting di Awal 2018

Timnas Indonesia akan membuka 2018 dengan dua arena uji tanding. Sesudah menghadapi timnas Islandia yang melakoni tur ke Indonesia pada Januari, rencananya tim Merah Putih akan tampil di laga uji coba lokasi laga Asian Games 2018 pada Februari.

 

Direktur Teknik PSSI Danurwindo mengamati dua arena uji tanding hal yang demikian menjadi sarana pemantapan skuat Merah Putih sebelum tampil di Asian Games 2018.

 

“Dua arena itu adalah salah satu komponen persiapan. Dari situ kami tahu kekurangan yang mesti dibetuli dan mempertajam kelebihan yang dimiliki,” kata Danur.

 

“Test event Asian Games memberikan gambaran lebih terang seputar kekuatan Timnas Indonesia kepada tim undangan yang mewakli tim papan atas Asia. Di situ kami bisa lihat ada di mana level Indonesia? Itu baik untuk persiapan Asian Games dan juga baik untuk bahan pengembangan,” katanya menambahkan.

 

Untuk mengejar ketertinggalan, lanjut Danur, Timnas Indonesia mesti mengenal kesenjangan kekuatan dengan tim papan atas. Selain itu menurutnya bisa menjadi semangat untuk jadi lebih baik dan meraih hasil optimal di pesta olahraga Asia.

 

“Kami mesti tahu gap-nya ada di mana? Kelebihan tim papan atas seperti apa? Di mana kita bisa hingga ke sana? Karena test event mesti menang, yang penting adalah evaluasi setelahnya.  yang paling penting adalah Asian Games 2018,” sebut Danurwindo.

 

PSSI berencana mengundang tujuh tim untuk meniru tes event Asian Games 2017 bersama Timnas Indonesia. Dari tujuh tim yang diundang, baru tiga negara yang sudah mengungkapkan kesiapannya, adalah China, Korea Selatan, Vietnam.

Wenger Tak Cemas Arsenal Kehilangan Sanchez

Isu kepergian Alexis Sanchez dari Arsenal kembali merebak di pengujung 2017. Tapi, wacana tersebut tidak lagi membuat manajer The Gunners Arsene Wenger khawatir.

 

Wenger mengaku tidak takut kehilangan Sanchez yang berpotensi hengkang pada bursa transfer Januari akan datang. Apalagi sebelumnya bintang timnas Chile itu memang telah berniat pergi dari Stadion Emirates semenjak awal musim.

 

“Saya tidak takut kehilangan Sanchez. Tapi, hal tersebut akan menjadi subyek yang berkembang karena situasi kontraknya dikala ini,” kata Wenger seperti dikutip Sky Sports.

 

 

“Saya hanya dapat mengulang apa yang telah saya katakan semenjak awal musim dan saya telah mengatakannya berulang kali, jadi saya tidak akan mengulanginya.”

 

Kontrak Sanchez bersama Arsenal tinggal menyisakan enam bulan, dan winger 29 tahun itu diyakini tidak akan memperpanjang masa baktinya di Stadion Emirates.

 

Sanchez bahkan sempat tidak mendapat daerah di regu utama pada awal musim. Tapi, mantan penyerang Barcelona itu lambat laun kembali mendapat kepercayaan Wenger.

 

Terakhir, Sanchez sukses mendonasi dua gol kemenangan Arsenal dikala mengalahkan Crystal Palace dalam lanjutan Liga Primer Inggris dengan skor 3-2.

 

Semula, Arsenal berjuang habis-habisan untuk mempertahankan Sanchez dari genggaman klub-klub peminat, termasuk Manchester City. Tapi, sekarang pihak klub tampaknya telah mendapatkan pengganti berimbang andai Sanchez benar-benar hengkang.

 

Sportsmail memberitakannya, Arsenal memiliki opsi merekrut Julian Draxler yang mulai tersisih di Paris Saint-Germain. Winger asal Jerman itu susah mendapat durasi bermain di Paris seiring dengan absensi Neymar dan Kylian Mbappe musim ini.

 

Bukan hanya Draxler yang dihubungkan sebagai pengganti Sanchez di Arsenal. The Gunners juga menentukan winger Atletico Madrid, Yannick Ferreira Carrasco, sebagai pengganti Sanchez.

Kaki Diamputasi, Korban Selamat Chapecoense Masih Bisa Cetak Gol

Keterbatasan jasmaniah tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan hal-hal besar. Jakson Follmann membuktikan bahwa ungkapan itu benar adanya di mana ia sukses mencetak gol dengan kondisi satu kaki teramputasi.

 

Pada tanggal 28 November 2016, dunia sepakbola dirundung duka. Sebuah pesawat bernomer penerbangan LMI2933 jatuh ketika membawa Regu asal Brasil Chapecoense yang akan menghadapi partai final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional.

 

Tragedi tersebut menewaskan hampir semua regu Chapecoense. Cuma ada tiga pemain Chapecoense yang selamat pada insiden itu, adalah Alan Ruschel, Jakson Follman, dan Neto kendati mereka wajib mengalami sejumlah cacat imbas tragedi tersebut, di mana Follman wajib kehilangan satu kakinya imbas cedera tersebut.

 

Meski kehilangan satu kaki, Follman tidak menyerah. Dia pun sukses mencetak gol baru-baru ini menggunakan kaki palsunya.

 

Pada partai amal tersebut, Follmann masuk sebagai pemain substitusi. Meski kelihatan kesusahan berlari dengan kaki palsunya, melainkan Follman kelihatan antusias untuk kembali merumput. Kesudahannya beberapa menit setelah masuk, Follman sukse mencetak gol.

Begini Penampakan Jersey Star Wars Adidas

Produsen apparel kenamaan asal Jerman, Adidas nampaknya turut antusias dengan diluncurkannya film Star Wars: The Last Jedi. Adidas diinfokan akan meluncurkan jersey bertema Star Wars itu dalam waktu dekat.

 

Pada awal bulan kemarin, Film Star Wars Episode VIII: The Last Jedi sah dirilis. Film ini mengisahkan pengorbanan Rey dan para Pemberontak untuk melawan The Last Order yang dipimpin oleh Kylo Ren.

 

Film ini menjadi salah satu film yang digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Meniru hype Star Wars, Adidas seperti yang diinfokan Footy Headlines turut merilis jersey bertema perang bintang hal yang demikian.

 

Jersey ini mengaplikasikan dua kombinasi warna, adalah hitam dan abu-abu. Secara sekilas, kombinasi warna ini mirip dengan kombinasi warna sosok Kylo Ren dalam film hal yang demikian.

 

Untuk logo tim, Adidas mengaplikasikan emblem berbentuk segi enam dengan gambar Kylo Ren yang ditumpuk dengan artikel Star Wars. Selain itu ada 3 pesawat yang menghiasi emblem hal yang demikian.

 

Jersey ini informasinya akan dipasarkan dengan harga sebesar 35 Euro. Selain itu jersey ini juga informasinya akan dirilis secara ekslusif, di mana mereka tidak memproduksi banyak jersey ini.

Cantiknya Pesepakbola Wanita Korea Ini Ngalah-Ngalahin Bintang K-Pop

Banyak orang bilang bahwa Sepakbola bukanlah olahraga untuk wanita. Sepakbola dianggap tak sesuai dengan image wanita sebagai makhluk yang cantik dan lemah lembut. Tapi pesepakbola asal Korea, Lee Min A berhasil membuktikan bahwa seorang cewek dapat tetap piawai main bola sekalian tetap cantik.

 

Lee Min A sendiri mulai menarik perhatian publik baru-baru ini. Ia masuk ke dalam Timnas Wanita Korea Selatan yang beradu tanding di East Asian Cup.

 

Berposisi sebagai gelandang, Min A memang tampil cantik. Ia punya kemampuan umpan yang amat bagus dan memiliki visi permainan yang amat bagus.

 

Tapi jikalau Bolaneters melihat tampilannya di luar lapangan, Bolaneters pasti bakal menduga dara 26 tahun ini adalah artist K-Pop.

Fellaini Merasa Dizalimi di Premier League

Gelandang Manchester United, Marouane Fellaini, belum lama ini merasa dirinya diperlakukan tidak adil usai media menggambarkannya sebagai pemain yang agresif di Premier League.

 

Pria 30 tahun tengah menghadapi petunjuk tanya besar soal masa depannya di Old Trafford dan sempat dihubungkan dengan PSG, Besiktas, dan Galatasaray, mengingat kontraknya akan habis di akhir musim.

 

Dalam wawancara dengan media Belgia, Humo, Fellaini mengatakan bahwa ia tidak berbahagia dengan bagaimana media Inggris menggambarkannya sebagai pemain yang kerap kali berbuat kasar di atas lapangan.

 

“Mereka melabeli aku sebagai pemain yang agresif,” tutur Fellaini, yang mengoleksi tiga kartu merah selama sembilan tahun di Inggris. “Dengar, aku seseorang yang fanatik. Tim yang berupaya paling keras bakal menang, tapi sudah tiga kali aku dianggap sebagai sosok yang jahat.”

 

“Apa yang seharusnya aku lakukan jika lawan menarik rambut aku? Terdengar seperti lelucon, tapi itu benar-benar menyakitkan.”

 

“Musim lalu aku dihukum usai derby melawan City karena menanduk Aguero. Ia melangkah ke arah aku dan tiba-tiba jatuh. Namun, tidak, aku yang mendapat kartu merah.”

 

“Pemain lawan kerap kali coba memprovokasi aku tapi anda tahu berapa banyak kartu kuning yang aku dapat musim lalu? Empat, dalam 45 pertandingan. Saya tidak pernah menghancurkan karir seseorang.”

Sanchez Dicuekin Teman-temannya di Arsenal, Ini Kata Wenger

Arsene Wenger menyangkal bahwa ruang ganti Arsenal tengah terbelah berakhir beberapa pemain Gunners terlihat tidak antusias bergabung dengan Alexis Sanchez dikala tim menang atas Crystal Palace.

 

Striker Chile mencetak gol kedua dan ketiga Arsenal semalam dan membantu Gunners menang 3-2 di Selhurst Park.

 

Usai mencetak gol pertama, pemain Chile berlari ke sudut lapangan dan meminta semua rekannya untuk bergabung dengannya dan merayakan gol tersebut.

 

Tapi demikian, tidak ada banyak pemain Arsenal yang menanggapi gestur Sanchez tersebut, hingga media Inggris mulai berspekulasi soal perpecahan di ruang ganti Gunners.

 

Walaupun begitu, Wenger menyangkal ada informasi tersebut, dikala ditanya soal insiden yang terjadi di atas lapangan.

 

” Tidak, tidak sama sekali. Aku tidak melihatnya, ” tutur pria Prancis, sebagaimana diberitakan Metro.

 

Sanchez sendiri akhir-akhir ini disebut telah menentukan sikap untuk pergi dari klub di Januari atau dikala kontraknya habis di akhir musim.

 

Kemungkinan besar sang pemain akan bergabung dengan Manchester City.

Ramos Tak Bakal ke MU, Sindir Mourinho Begini

Sergio Ramos sepertinya sudah tak beratensi lagi bergabung dengan Manchester United, usai belum lama ini memberikan sindiran pada Jose Mourinho.

 

Kerja sama keduanya di Real Madrid pernah menghadirkan gelar kampiun La Liga di 11/12. Mourinho sendiri akibatnya pergi dari Bernabeu di musim panas 2013, melainkan sepertinya bek Spanyol tak terlalu terkesan dengan metode melatih pria Portugal.

 

Ramos sendiri sudah beberapa kali dikaitkan dengan United di masa lalu, melainkan komentarnya belum lama ini seolah menyiratkan bahwa dia tak bakal sudi bergabung dengan Setan Merah dalam waktu dekat.

 

Ditanya soal pengalamannya diasuh Mourinho di Madrid, Ramos mengatakan di Metro: “Mourinho hanya pelatih lainnya, yang pernah bekerja sama dengan aku di perjalanan karir selama ini dan aku selalu mau belajar dari orang lain, semenjak aku masih jadi pemain muda di Sevilla.”

 

” Jadi, aku sungguh-sungguh sungguh-sungguh berterima kasih, melainkan aku kira Mourinho sama sekali tak merubah hidup aku di sepakbola sama sekali. ”

 

April silam, Ramos sempat membongkar bahwa dia pernah menentukan datang ke Old Trafford.

 

” Ada sebuah kans di masa lalu. Melainkan seiring berjalannya waktu, kans itu semakin menjauh, ” tuturnya.

 

” Saya berterima kasih dengan adanya ketertarikan dari United. Mereka klub hebat dan aku mengharap yang terbaik untuk mereka. “

Ternyata Totti Masih Impikan Jadi Pelatih

Legenda dan juga ikon AS Roma, Francesco Totti mengucapkan bahwa dirinya sama sekali tidak menyampingkan kemungkinan menjadi pelatih. Tetapi bukan untuk dikala ini tapi di masa mendatang.

 

Totti wajib mulai ikut pelatihan untuk mengambil lisensi kepelatihan pada Oktober lalu, tapi ia menarik diri malah dikala kursus belum diawali. Dikala ini, ia berprofesi sebagai salah satu direktur Giallorossi.

 

Tetapi baru-baru ini, Totti yang menentukan pensiun pada akhir musim lalu mengatakan bahwa menjadi pelatih masih ada dalam benaknya, tapi tidak untuk dikala ini.

 

” Saya lebih memilih sepakbola ketimbang uang, semenjak dahulu begitulah aku. Sampai musim lalu, tujuan aku ialah bermain dan berada di lapangan. Kini prioritas aku ialah menginvestasikan waktu aku di Roma dan mempromosikan klub ke semua dunia, ” ujarnya seperti diinfokan Football Italia.

 

” Melatih? Dikala ini aku tidak memikirkannya. Jika anda memikirkannya, ada sesuatu yang terjadi di kepala anda, tapi ini belum terjadi pada aku. Saya akan lihat di masa depan, ” tambahnya.

 

Kecuali itu, Totti juga memberikan komentarnya seputar perbedaan antara sepakbola di waktunya dahulu dengan sepakbola modern dikala ini yang menurutnya sudah kehilangan romantismenya.

 

” Hal yang paling romantis di sepakbola ialah loyalitas dan kebersamaan, bukan sisi komersialnya. Kini harga pemain di bursa transfer susah untuk dijangkau, ” tandasnya.