Messi Kalahkan Ronaldo Sebagai Pemain Terbaik 2017 Versi Marca

Bomber Barcelona, Lionel Messi, sukses mengalahkan Cristiano Ronaldo dalam penobatan sebagai pemain terbaik 2017, versi media yang berafiliasi dengan Real Madrid, Marca. Seperti dikenal, Ronaldo merupakan penerima penghargaan Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA 2017.

 

Marca mengerjakan survei terhadap pembaca untuk mengenal sosok terbaik sepanjang 2017. Dari ke-100 nama pesepak bola dalam riset itu, Messi menjadi yang terpilih karena menempati peringkat teratas.

 

Messi membukukan 37 gol di La Liga pada musim 2016-2017. Kapten timnas Argentina itu seketika memenangi penghargaan Sepatu Emas Eropa untuk keempat kali sepanjang kariernya.

 

Sesudah menjelang musim baru, keran gol Messi terus mengalir. Sang pemain cakap menggelontorkan sempurna 54 gol plus 19 assist untuk Barcelona di beraneka gelanggang sepanjang 2017.

 

Teranyar, Lionel Messi menjadi pahlawan ketika mengantarkan Barcelona menang 3-0 atas Real Madrid, di Stadion Santiago Bernabeu, 23 Desember 2017. Pemain berjuluk La Pulga itu mendulang masing-masing satu gol dan assist sepanjang perlombaan.

Menikmati Dua ‘Supermoon’ pada Januari 2018

Supermoon dapat dipandang dari Indonesia sebanyak dua kali fase purnama pada Januari 2018. Fase pertama terjadi di awal tahun pada 2 Januari 2018. Sementara fase purnama berikutnya terjadi di 30 dan 31 Januari 2018.

 

Pada tanggal 2 Januari, fenomena Supermoon ini mulai dapat dipandang pada pukul 04:48 WIB. Sayang, fase puncak Supermoon ini tak dapat dipandang sebab bulan telah terbenam di kawasan Indonesia. Puncak purnama terjadi lima jam berikutnya pada pukul 09:24 WIB.

 

BMKG menyebut masyarakat telah dapat mulai menikmati Supermoon sejak 1 Januari 2018 malam.

 

“Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi pada tahun 2018, yakni sejauh 356.565 km,” seperti tertulis dalam siaran pers BMKG yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (1/1).

 

Gerhana Bulan

 

Sementara fase Supermoon berikutnya akan dimulai pada 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB. Jarak bulan dan bumi terpaut 2 km dari sebelumnya.

 

“Bulan berada di perigee sejarak 358.993 km.”

 

Mujur puncak fase purnama Supermoon ini dapat dipandang di malam hari. Puncak Supermoon ini terjadi pada 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB.

 

Kejadian Supermoon di akhir Januari ini banyak ditunggu sebab sebab akan disertai dengan gerhana bulan sempurna. Gerhana diperkirakan akan terjadi dari awal malam hingga tengah malam.

 

Gerhana dapat dipandang dari seluruh Indonesia. Gerhana sempurna ini akan terjadi selama satu jam 16 menit yang menyebabkan Bulan akan berwarna merah.

 

Hati-hati banjir rob

 

Beriringan dengan fenomena supermoon ini, BMKG memperingatkan bagi warga disekitar pesisir pantai. Karena, dikhawatirkan terjadi peningkatan pasang air laut maksimum.

 

Pasang maksimum ini diperkirakan dapat mengakibatkan Banjir rob dari pasangnya air laut yang menggenangi daratan. Situasi hal yang demikian diprediksikan terjadi antara 01 – 04 Januari 2018 dan 29 Januari – 2 Februari 2018.

 

Fenomena Supermoon yakni fenomena astronomi alami. Momen ini terjadi pada jarak terdekat Bulan dan Bumi. Pada ketika Supermoon ini, Bulan akan 8 lebih besar 14% dan lebih jelas sekitar 30% dari ukuran ketika purnama awam.

Hasil Pertandingan Everton vs Manchester united: Skor 0-2

Manchester United berhasil meraih kemenangan 0-2 ketika bertamu ke markas Everton di Goodison Park di matchday 22 Premier League, Selasa (02/01).

 

Laga berlangsung dengan tempo cukup tinggi. MU sedikit lebih mendominasi jalannya laga dapat mencetak gol melalui Anthony Martial dan Jesse Lingard.

 

Laga dibuka dengan tempo sedang. Tetapi Everton sanggup mencatatkan start yang positif. Mereka lebih dahulu menekan pertahanan Man United. Tetapi MU secara pelan dapat berbalik menguasai jalannya laga. Mereka dapat balik menekan barisan lini tengah dan belakang Setan Merah.

 

Di menit 24 Everton sempat mengancam melalui Niasse. Tetapi Rojo dengan brilian masih sanggup menggagalkan kesempatan tersebut. Kans di menit 37 melalui Davis juga masih berhasil diblok.

 

MU sempat mengancam balik melalui Lingard di menit 42. Tetapi bola hasil sepakannya masih dapat diamankan Pickford. Laga di babak pertama bahkan berakhir dengan nilai imbang 0-0.

 

Di babak kedua, MU lantas tampil mengancam. Kans bahkan lantas didapat oleh Mata di menit 47. Tetapi shooting kerasnya masih dapat ditepis Pickford. Di menit 51, serangan United kembali berbahaya pertahanan Everton. Tetapi bola sepakan Mata hanya mengenai tiang gawang saja.

 

Serangan Setan Merah alhasil membuahkan hasil pada menit ke 57. Berawal dari kiri, Paul Pogba melancarkan serangan balik dan kemudian memberikan umpan kepada Martial yang berdiri bebas sedikit di luar kotak penalti. Dengan sepakan terarah dari jarak 17 meter, ia berhasil mengoyak jala Pickford. 0-1.

 

Everton berusaha keras untuk mengejar ketertinggalannya. Mereka lantas tampil lebih ofensif setelah melaksanakan pergantian taktik. Tetapi ini memaksa MU bermain lebih bertahan.

 

Tetapi alih-alih dapat mencetak gol, mereka bahkan kemasukan lagi di menit 81. Lagi-lagi Pogba menjadi artis pria terciptanya gol ini.  memberikan assist pada Lingard, yang dengan tendangan kaki kanannya dapat membuat bola melaju melengkung ke pojok kiri atas gawang Pickford.

 

Everton sendiri alhasil tidak dapat membalas gol tersebut sampai babak kedua berakhir, meski berusaha keras membongkar pertahanan MU. Mereka bahkan dipaksa menyerah dengan nilai 0-2.

 

Kemenangan ini membuat MU meraih 47 nilai dari 22 laga dan mereka kembali menempati posisi kedua, menggeser Chelsea. Sementara itu Everton terpaku di posisi sembilan dengan koleksi 27 nilai saja.

 

 

Susunan Pemain:

Everton (4-2-3-1): Pickford; Holgate, Keane, Williams, Martina; Davies, Schneiderlin; Vlasic, Rooney (McCarthy 62′), Bolasie (A. Lennon 62′); Niasse (Calvert-Lewin 81′).

 

Manchester United (4-3–3): De Gea; Lindelof, Jones, Rojo, Shaw; Herrera, Matic, Pogba; Mata (Tuanzebe 92′), Martial (Rashford 77′), Lingard (Blind 87′).

Hasil Pertandingan Burnley vs Liverpool: Skor 1-2

Liverpool secara dramatis berhasil mengalahkan tim kuda hitam Burnley 2-1 dalam lanjutan Premier League minggu ke-22 yang digelar di Turf Moor, Senin (1/1).

 

The Reds unggul lebih dahulu lewat gol Sadio Mane. Kemenangan Liverpool hampir saja hilang dikala Johann Gudmundsson menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Namun Ragnar Klavan muncul sebagai pahlawan lewat golnya di menit terakhir injury time.

 

Tampil tanpa Mohamed Salah, Philippe Coutinho dan kapten Jordan Henderson, Liverpool tetap mampu membatasi kendali permainan di menit-menit permulaan. Sayang serangan yang dibangun belum mampu membuahkan hasil.

 

Burnley bukannya tanpa ancaman. Ashley Barnes sempat merepotkan barisan pertahanan tim tetamu. Sayang usahanya masih bisa digagalkan Simon Mignolet.

 

Meskipun lebih mendominasi pengendalian bola, akan tetapi Liverpool justru lebih banyak mendapat tekanan berbahaya dari tuan rumah. Nilai imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

 

Kembali dari kamar ganti, Liverpool masih terus tetap mencoba menekan pertahanan Burnley. Sementara kubu tuan rumah lebih banyak mengandalkan serangan balik.

 

Sesudah terus berusaha, Liverpool akibatnya berhasil memecah kebuntuan di menit 61 lewat gol spektakuler Mane. Menerima crossing dari sisi kanan, Mane lebih dahulu memutar badan sebelum melepas tembakan kaki kiri yang tidak bisa dihalau Nick Pope.

 

Tertinggal satu gol membikin Burnley kini lebih berani keluar menyerang. Akibatnya diperoleh di menit 87. Crossing Charlie Taylor dari sisi kiri disundul Sam Vokes ke tiang jauh. Gudmundsson yang muncul dari belakang langsung menyambar bola menjadi gol. Nilai kini sama kuat 1-1.

 

Hasil imbang yang telah di depan mata terbukti mesti buyar sesudah Liverpool kembali unggul lewat sundulan jarak dekat Klavan meneruskan sundulan Dejan Lovren yang menerima tendangan bebas Alex Oxlade-Chamberlain. Nilai 2-1 untuk kemenangan Liverpool malah menjadi hasil akhir pertandingan ini.

 

Bagi Liverpool, tiga angka dari pertandingan ini membikin mereka kini mengantongi 44 skor dan menjaga posisi mereka di empat besar. Sementara Burnley masih terbendung di peringkat tujuh klasemen.

 

Susunan Pemain

Burnley: Pope; Bardsley, Tarkowski, Mee, Taylor; Gudmundsson, Cork, Defour, Arfield (Wells 86′); Hendrick (Vokes 71′); Barnes.

 

Liverpool: Mignolet; Alexander-Arnold, Lovren, Klavan, Gomez; Oxlade-Chamberlain (Matip 90′), Can, Wijnaldum; Mane (Firmino 72′), Solanke, Lallana (Milner 86′).

Jonatan, Anthony, dan Ihsan Sudah Oke, tapi Belum Stabil

Penampilan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana diapresiasi PP PBSI. Mereka dipinta tampil tetap tahun depan.

 

Jonatan dan Anthony menjadikan sedikit jarak dengan Ihsan pada 2017 setelah tiga pemain tunggal putra pelatnas PBSI itu sempat berjalan bersamaan. Anthony melaju paling depan dengan finis pada peringkat ke-13 di akhir musim. Ia juga menandai tahun ini dengan menjadi juara Korea Terbuka Super Series dengan all Indonesian final.

 

Jonatan terpaut satu trap dengan Anthony. Pebulutangkis asal PB Tangkas Jakarta itu juga mengukuhkan diri sebagai peraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

 

Sementara, Ihsan lebih banyak absen tahun ini. Ia wajib masuk ruang perawatan karena cedera. Peringkatnya pun masih di urutan ke-47 kini.

 

“Tunggal putra menerima satu gelar super series dengan all Indonesian final (di Korea) yang sudah lama sekali tak terjadi,” kata Susy Susanti, kepala bidang pembinaan dan prestasi (Binpres) PP PBSI).

 

“Jonatan, Anthony, dan Ihsan diinginkan lebih stabil, bukan cuma di rangking 20 besar dunia, namun juga top 10. Apalagi, mereka pemain yang punya kans ke Olimpiade 2020,” Susy membeberkan.

Morbidelli Pelajari Semua Hal di Dunia Balap dari Rossi

Di MotoGP 2018 mendatang Franco Morbidelli sepatutnya berhadapan seketika dengan Valentino Rossi, mentor yang dahulu sudah mengajarinya segala hal di dunia balap.

 

Morbidelli menjadi salah satu rookie untuk MotoGP musim depan. Ia tampil di kelas primer sesudah lima musim berkecimpung di kelas Moto2, dengan pencapaian tertinggi jadi jawara pada tahun 2017 ini.

 

Rider Italia 23 tahun itu sendiri yaitu salah satu alumni dari sekolah balap Rossi, VR46 Riders Academy. Di masa lalu, The Doctor-lah yang melihat bakat Morbidelli dalam sebuah latihan off road dan merekrutnya masuk akademi tersebut.

 

Pada masa-masa itulah Morbidelli banyak meresap ilmu dari Rossi menyangkut dunia balap motor. Saking banyaknya pembelajaran tersebut, dia malah kesulitan menjelaskan apa saja pembelajaran yang sudah dipetiknya dari Rossi.

 

“Ada banyak sekali. Jika aku membuatnya dalam sebuah daftar, isinya bakal betul-betul panjang,” sebut Morbidelli seperti dikutip Speedweek.com.

 

“Pada dasarnya, dari Rossi dan komunitas itulah aku mempelajari segala hal yang aku ketahui tentang dunia balap saat ini. Jadi daftarnya benar-benar berisikan banyak hal,” katanya.

Yamaha Tetap Akan Kesulitan Sekalipun Lorenzo Bertahan

Yamaha gagal berkompetisi dengan Honda dan Ducati di musim 2017. Bos Yamaha Lin Jarvis mengevaluasi keadaan timnya akan sama kalau Jorge Lorenzo tetap bertahan.

 

Pebalap Spanyol itu hengkang ke Ducati setelah menghabiskan sembilan musim bersama pabrikan Jepang itu. Selama periode tersebut, Lorenzo sukses menggondol tiga titel jawara dunia, sampai digantikan Maverick Vinales.

 

Duet Vinales dan Valentino Rossi tak cakap bertindak banyak usai hanya meraih empat kemenangan dalam 18 seri. Cengkeraman komponen belakang motor menjadi masalah motor mereka di sepanjang musim sehingga Vinales hanya cakap finis ketiga dan Rossi kelima di klasemen akhir.

 

“Apakah kami merindukan ia (Lorenzo) sampai seperti itu? Tak,” ucap Jarvis di Autosport. “Tentu saja kami memiliki relasi yang panjang dengan Jorge, ia memenangi tiga titel jawara dunia dengan kami. Jadi kami punya banyak ingatan indah perihal Jorge dan kami masih mengamati ia di sekitar paddock.”

 

“Aku pikir kami masih akan tetap mengalami masalah yang sama yang kami punya dengan Jorge ataupun tanpa ia. Aku merindukan ia dalam tingkatan sosial, melainkan aku pikir tak dalam kaitannya dengan daya kerja regu.”

 

“Maverick menjalani sebuah musim yang sangat baik dengan kami, finis ketiga, ia membikin sebuah langkah maju. Secara potensi ia dapat saja menerima hasil lebih baik kalau kami memberi ia peralatan yang lebih baik,” lanjut Jarvis.

 

“Apa yang sudah kami lalui dengan Jorge merupakan momen yang hebat. Melainkan, sekarang kami berada di jalan yang berbeda dan itu juga baik.”

Marquez dan Pedrosa Jadi Guru Matematika Palsu

Di tengah libur kompetisi, sejumlah kegiatan dilakukan Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Salah satunya adalah menjadi guru matematika di sekolah dasar. Seperti apa?

 

Kebetulan di Spanyol sedang berlangsung yang namanya Ia de Los Santos atau lazimnya kita tahu dengan April Mop. Ini saatnya orang-orang di Spanyol saling mengerjai satu sama-lain.

 

Nah, Marquez dan Pedrosa memilih merayakan hari itu dengan…. menyamar jadi guru di sebuah sekolah dasar di Madrid sana. Tentunya kedua pebalap top itu sudah berprofesi sama dengan pihak sekolah dan tim Repsol Honda.

 

Sejumlah kamera tersembunyi malahan dipasang di kelas agar buah hati-buah hati itu tidak mengetahuinya. Untuk menyamarkan wajahnya, Marquez dan Pedrosa bersolek layaknya guru, lengkap dengan wig, kacamata, dan jenggot serta kumis palsu.

 

Pertama-tama wali kelas malahan memanggil Marquez yang dikenalkan dengan nama Profesor Martinez. Dikala mendidik, Marquez malahan sengaja mengerjakan kesalahan dikala menghitung hasil penjumlahan.

 

Pura-pura kesulitan, Marquez malahan memanggil Pedrosa yang menggunakan nama samaran, Santi, untuk membantunya. Marquez menyebut Pedrosa adalah gurunya ia.

 

Lama kelamaan, murid-murid itu menyadari bahwa dua guru yang mendidik adalah Marquez dan Pedrosa. Bahkan ada seorang murid yang bertanya “Bukannya kau Marquez?”

 

Kedua pebalap itu sempat mengelak sebelum akhirnya penyamaran mereka ketahuan. Ini sesudah kumis palsu Marquez terlepas. Telah tertangkap berair, Marquez dan Pedrosa akhirnya melepas samarannya dan kemudian berbaur dengan buah hati-buah hati itu.

 

Tidak lupa sejumlah staf Honda malahan ikut serta masuk ke dalam kelas dan membagikan secarik kertas kepada masing-masing buah hati untuk ditandatangani Marquez dan Pedrosa.

 

Di akhir video yang berdurasi sekitar tiga menit itu, buah hati-buah hati malahan ditanya kesan-kesannya diajari oleh Marquez dan Pedrosa. Mereka malahan senang seraya melontarkan kegemasan mereka dikala Marquez dan Pedrosa pura-pura salah dikala mendidik berhitung.