Loading...
GAYA HIDUP

Lima Hari Diet Keto, Buat ‘Trauma’ Seumur Hidup

Berakhir melahirkan, kebanyakan perempuan punya pertanyaan yang sama, bagaimana caranya dapat kembali langsing.

 

Pertanyaan ini pun juga timbul di benak Cassandra (bukan nama sebetulnya), seorang ibu satu putri yang juga seorang karyawan di perusahaan swasta di Jakarta.

 

“Jadi setelah melahirkan dua tahun lalu, berat badan susah banget kembali ke normal,” kata Cassandra.

 

“Kesudahannya diputuskan untuk keto, sebab lagi popularitas.”

 

Dia mengaku untuk melaksanakan program diet keto, ia hanya boleh mengkonsumsi daging, telor, keju, dan alpukat saja.

 

“Awalnya enggak ada problem, tetapi sampai di hari ketiga, badan mulai terasa enggak enak.”

 

“Namun aku baca-baca katanya efek keto mulanya memang badan rasanya enggak enak dulu sebab masa penyesuaian dirinya.”

 

Dia merasa pusing, tak enak badan, sampai susah tidur di malam hari. Hanya saja saat itu, Cassandra masih merasa hal hal yang demikian yakni tantangan biasa yang sepatutnya dialaminya demi dapat langsing dengan pesat. Dia pun memutuskan untuk melalaikan isyarat tubuhnya yang sudah mulai ‘memberontak.’

 

Perempuan yang berprofesi di bidang lifestyle ini pun melanjutkan dietnya. Sayang, di hari kelima, tubuhnya seolah tak lagi dapat menahan muatan.

 

“Badan makin drop,” katanya.

 

“Ternyata dari hari keempat sudah demam tetapi aku tak sadar. Di hari kelima makin demam.”

 

Lagi-lagi, ia melalaikan sinyal dari tubuhnya. Dia nekat melaksanakan diet dan konsisten pergi ke kantor.

 

“Sebab aku pikir ini biasa, aku konsisten ngantor dengan menahan pusing, demam, dan tulang yang sudah pada ngilu-ngilu.”

 

“Balik dari kantor, aku langsung ke rumah sakit dan cek darah.”

 

Ketika diperiksa, ia pun menjelaskan terhadap sang dokter bahwa ia tengah melaksanakan diet keto.

 

“Kata dokter, dapat jadi sebab keto. Namun sebetulnya keto itu sehat tetapi tergantung kondisi badannya.”

 

“Mungkin sebelum keto, kondisi badan aku sudah drop duluan, jadi saat diet keto asupan makan terbatas badan jadi semakin drop dan jadi komplikasi demam berdarah dan tipes,” ujarnya.

 

Ketika itu, Cassandra harusnya dirawat di rumah sakit, tetapi ia memutuskan untuk tak berharap menginap di rumah sakit.

 

“Kasian buah hati aku.”

 

Berakhir mendapat diagnosis dokter, saat itu juga Cassandra pun langsung menghentikan diet keto yang dijalankannya.

 

“Ketika itu aku langsung makan capcay, sebab keto tak boleh makan sayur, hampa sekali hidup aku tanpa sayur,” katanya sembari tertawa.

 

Dia pun mengenang pertemuan pertamanya kembali dengan sayur setelah lima hari diet keto. Dia juga menyuarakan bahwa sebelumnya ia pernah mencoba melaksanakan diet sayur, tetapi tak merasa selemas saat sepatutnya diet keto.

 

“Diet keto sepertinya tak pantas dengan metabolisme aku.”

 

“Ogah banget keto lagi, aku insyaf,” ujarnya setengah bersenda gurau.

 

Tidak hanya diet keto, Cassandra rupanya juga sempat mencicipi beragam macam diet lainnya, tetapi pada akhirnya ia pun sampai pada ringkasan dan sikap yang diambilnya.

 

“Sampai saat ini aku belum diet lagi, tetapi hanya mulai mengurangi makan manis-manis dan tak makan malam. Itu sih sampai sekarang yang paling aman buat aku,” sebutnya.

 

“Meski tak terasa penurunan berat badannya, tetapi setidaknya berat badan enggak naik.”

 

“Intinya jangan diet hanya sebab ikuti popularitas sebab belum tentu pantas sama tubuh kita. Dan apabila berharap diet banyak-banyaklah tanya sama ahlinya bukan hanya dari forum-forum saja.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *