Loading...
OLAHRAGA

Perjalanan Karier Coutinho: Anak Brasil yang Cengeng Gabung Klub Raksasa Eropa

Philippe Coutinho sudah legal menjadi pemain Barcelona. Ini dapat dikatakan sebagai puncak dalam kariernya karena sudah bergabung dengan salah satu klub terbesar di Eropa.

 

Coutinho memulai kariernya di sebuah sekolah sepakbola di Brasil. Seperti anak Brasil pada lazimnya, dia sudah memiliki bakat yang tampak sebelum masuk sekolah sepakbola hal yang demikian.

 

Dia berminat menekuni sepakbola berkat kakaknya. Dia acap kali mengamati kedua kakaknya, Cristiano dan Leandro, bermain sepakbola dengan kawan-kawannya di sebuah pelataran dekat dengan stadion megah di Brasil, Stadion Maracana.

 

Rupanya bakat sepakbola yang ada pada diri Coutinho lebih hebat dari kedua saudara tuanya hal yang demikian.

 

Coutinho sendiri kemudian juga acap kali bermain sepakbola di trek seperti anak Brasil lainnya. Dia kemudian punya sebuah regu futsal. Dari permainan seperti ini,  kian hari bakat Coutinho makin terasah.

 

Memulai Karier di Vasco da Gama

 

Tak jarang dia mengikuti sebuah kompetisi amatir di kampung halamannya di kawasan Favela da Mangueira. Orang tuanya acap kali memandangnya bermain, malah hampir pasti  mengantarnya.

 

Pada awalnya orang tuanya tidak punya rencana untuk mengoptimalkan bakat Coutinho lebih jauh. Hingga kesudahannya datang seorang tetangga memberikan rekomendasi pada ayah Coutinho untuk memasukkan anak hal yang demikian ke sekolah sepakbola.

 

Ayah Coutinho menyanggupi. Dia kemudian masuk ke sekolah sepakbola lokal. Dalam sebuah turnamen, staf pelatih dari Vasco da Gama, membisu-membisu mengamati kelincahan Coutinho di atas lapangan. Dia malah menawari Coutinho untuk menjalani masa percobaan di klub hal yang demikian.

 

Tetapi Coutinho ialah anak yang  dapat dikatakan cengeng dan pemalu. Dia bukan anak yang punya kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang. Apalagi semua orang itu masih baru di matanya.

 

Saat dia menjalani masa percobaan untuk pertama kalinya di Vasco, dia mengaku hampir menangis karena malu pada orang-orang yang memandangnya.. Tetapi kemudian semua itu berakhir ketika dia mendapat nasihat dari orang tua.

 

“Aku waktu itu menangis dan saya tidak berharap bermain karena saya seorang pemalu,” kenang Coutinho.

 

“Aku masih seorang yang baru dalam klasifikasi itu, semua orang saling mengenal dan saya waktu itu merasa tidak nyaman dan malu.”

 

“Sesudah dibimbing dan motivasi secara singkat, saya merasa bagus-bagus saja. Saat saya mulai bermain, itu semua terasa normal dan natural. Aku tidak malu lagi dan saya menikmatinya.”

 

Ya, Coutinho kesudahannya memulai kariernya di dalam skuat muda Vasco da Gama. Pemain yang sudah menyukai bermain sepakbola semenjak usia enam tahun hal yang demikian kemudian mulai menjadi perhatian regu pencari bakat klub Eropa.

 

Inter Milan Klub Eropa Pertama Coutinho

 

Klub dari Italia, Inter Milan, berhasil mengamankan petunjuk tangan Coutinho pada tahun 2008 dengan skor transfer 3,8 juta euro. Nah, ketika usia Coutinho sudah menginjak usia 18 tahun maka dia sudah menerima izin bermain di Eropa. Dia malah gabung dengan Inter pada tahun 2010. Rafael Benitez yang menangani Inter Milan ketika itu percaya bahwa Coutinho akan menjadi masa depan Inter.

 

Pelatih asal Spanyol hal yang demikian cukup percaya dengan kemampuan Coutinho padahal dia baru saja gabung. Tetapi sayangnya, Benitez terpecat dari kursi pelatih Inter dan Leonardo menggantikannya.

 

Di bawah pelatih asal Brasil, kesempatan Coutinho bermain di Inter justru menurun drastis. Nasib serupa juga dialami ketika Inter ganti pelatih lagi, ialah di bawah kendali Gian Piero Gasperini.

 

Gagal menerima tempat di Inter, Coutinho kemudian dipinjamkan ke klub La Liga, Espanyol. Sesudah satu musim, dia kembali ke Nerazzurri hingga kesudahannya Inter melepasnya ke Liverpool pada bulan Januari 2013 lalu dengan harga 13 juta euro.

 

Bercahaya bersama The Reds

 

Kepindahan Coutinho ke Liverpool tidak dapat lepas dari campur tangan Benitez. Sebagai eks pelatih The Reds yang punya segudang kenangan, Benitez segera memberi anjuran Liverpool untuk mendatangkan Coutinho.

 

Pada permulaan tahun 2012, dia menghubungi kepala akademi Liverpool untuk menceritakan seputar kwalitas Coutinho. Dia menyuarakan ada kesempatan untuk mendatangkan Coutinho, apalagi ketika itu Inter Milan sedang membutuhkan dana segar. Akhirnya, kepindahan hal yang demikian terbentuk pada bulan Januari 2013.

 

Wajah Coutinho di Inggris benar-benar berubah. Di bawah asuhan Brendan Rodger di Anfield, dia mendapat kepercayaan bermain lebih banyak di regu utama. Dia berkolaborasi apik dengan pemain Liverpool termasuk dengan Luis Suarez, yang kini menjadi pemain Barca. Dan siapa saja rekan bermainnya, Coutinho konsisten cakap bersinar. Artinya, dia memang memiliki kwalitas individu yang bagus dan juga daya penyesuaian diri yang bagus.

 

Bersama dengan Liverpool, Coutinho tercatat melakukan 201 penampilan dengan sumbangan 53 gol dan 46 assist. Gol-gol Coutinho di Liverpool seringkali tidak terduga dan menjadi gol cantik.

 

Selama bermain di Liverpool, Coutinho memang dapat dikatakan sebagai otak dalam permainan. Tetapi sayang, dia gagal menyabet satu gelar malah di Anfield.

 

Puncak Karier Coutinho

 

Keputusan pindah ke Barcelona membuka kesempatan bagi Coutinho merasakan gelar jawara di kompetisi di mana mereka bertarung. Di Barcelona, dia akan bersua dengan pemain bintang seperti Lionel Messi dan lain-lain. Barcelona sendiri musim ini sudah di ambang gelar jawara La Liga padahal musim panjang. Mereka sudah kokoh memimpin klasemen La Liga untuk sementara.

 

Bermain di Barca ialah mimpi Coutinho semenjak kecil. Dalam sua pers setelah dia legal menjadi pemain Barca, dia malah menyuarakan hal itu.

 

“Aku sungguh-sungguh bergembira. Aku senantiasa mengatakan bahwa saya menjalani sebuah mimpi, kami sungguh-sungguh bergembira berada di sini (Barca).”

 

“Untuk dapat bermain sepakbola, memenangi gelar, membikin para fans bergembira dan bermain sambil tersenyum. Inilah sasarannya,” jelas Coutinho.

 

Absensi Coutinho di Barca hakekatnya sudah dinantikan semenjak musim panas lalu setelah mereka kehilangan Neymar. Dia diharap-harapkan akan menggantikan rekannya dari Brasil hal yang demikian di dalam skuat Ernesto Valverde.

 

Tetapi pada musim panas lalu, Barca justru mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Belum lama gabung Barca, dia sudah cedera dan belum banyak berkontribusi untuk Blaugrana.

 

Sekarang Coutinho datang. Tentu saja absensi Coutiho sudah diinginkan fans Barca. Dia diandalkan akan membikin Barca kian produktif. Dia juga diinginkan berhasil mengantarkan Barca berjaya di masa yang akan datang karena Barca sudah mengeluarkan dana lebih dari 140 juta euro untuk mendapatkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *