Loading...
RAGAM BERITA

Jokowi Bangun Jalan Perbatasan Papua, Tembus 890 Km

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggenjot pembangunan jalan di tiga kawasan perbatasan, adalah di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Salah satu yang paling panjang jalan perbatasannya ada di Provinsi Papua.

 

Konsep pembangunan jalan sejalan perbatasan Papua dibagi menjadi tiga komponen atau segmen, dengan memandang aspek keamanan, kesejahteraan dan kelestarian lingkungan.

 

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, seperti dikutip Sabtu (3/3/2018), sampai akhir 2017 dari sempurna panjang jalan perbatasan 1.098,24 km, sempurna jalan yang telah tembus atau terbuka mencapai 890,6 km, di mana 6,3 km jalan baru dibangun sepanjang 2017 lalu.

 

Sisanya 207,64 km lagi belum terbuka. Adapun kondisi jalan per akhir 2017, yang telah aspal panjangnya mencapai 746,39 km, sedangkan yang non aspal atau tanah 144,2 km. Sisanya, kondisinya masih tertutup oleh hutan adalah sepanjang 207,6 km lagi.

 

Di 2018 direncanakan bakal ada 18,12 km jalan baru yang akan dibuka, sehingga sempurna jalan perbatasan yang telah tembus adalah 908,72 km dan yang belum tembus menjadi 189,52 km.

 

Secara garis besar, pembangunan jalan lintas perbatasan di Provinsi Papua dibagi dalam tiga segmen. Segmen pertama adalah dengan ruas jalan dengan rute Jayapura-Arso-Waris-Yetti sepanjang 128,18 km. Posisi sampai akhir 2017, semua panjang jalan pada segmen ini konstruksinya telah beraspal.

 

Segmen kedua adalah rute Yetti-Ubrub-Oksibil sepanjang 301,74 km. Posisi sampai akhir 2017, 54,78 km pada segmen ini telah teraspal dan 43,02 km dengan konstruksi masih berupa agregat tanah, sedangkan sisanya 203,94 km masih belum tembus.

 

Segmen ketiga adalah rute Oksibil-Tanah Merah-Muting-Merauke sepanjang 668,72 km. Posisi sampai akhir 2017, 561,09 km telah beraspal dan sisanya 107,23 km masih berupa jalan agregat atau tanah.

 

Pembangunan jalan perbatasan adalah amanat Nawa Cita dan arah kebijakan RPJMN 2015-2019, adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat tempat-tempat dan desa dalam rangka negara kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *