Loading...
RAGAM BERITA

Paus Terdampar di Situbondo Berhasil Dievakuasi ke Tengah Laut

Seekor paus yang terdampar di pantai Situbondo telah berhasil sukses dievakuasi ke tengah laut. Hewan mamalia dengan panjang sekitar 17 meter itu ditarik ke tengah laut menggunakan 4 kapal motor nelayan dan 3 jet ski.

 

Paus yang masih bertahan hidup itu walhasil dilepas di tengah lautan, pada jarak sekitar 4 mil dari bibir pantai Desa/Kecamatan Jangkar.

 

“Alhamdulillah, evakuasinya selesai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Melibatkan regu gabungan bersama masyarakat setempat. Pelaksanaan evakuasi dijalankan di bawah pengawasan petugas dari Balai Konservasi,” kata Kasatpolair Polres Situbondo AKP Lukman Hadi.

 

Pelaksanaan evakuasi paus air mani itu dijalankan saat air laut mengalami pasang, pada Jumat (2/3) malam. Ketika itu, berdasar hasil pengamatan posisi paus sudah tidak miring, dengan rata-rata nafas 4 kali per menit.

 

Evakuasi melibatkan regu gabungan dari beraneka unsur. Mulai dari TNI AL, Polri, Pangkalan PSDKP Benoa, BPSPL DENPASAR, BBKSDA Jatim, TN Baluran, PT Jasalindo, Disperikanan Situbondo, dan sejumlah dokter binatang. Regu rescue gabungan ini juga melibatkan masyarakat nelayan setempat.

 

Evakuasi dijalankan dengan menggunakan jaring ikan yang lembut namun kuat, serta tali-tali. Tujuannya, untuk meminimalkan potensi terjadinya cedera pada tubuh paus. Selanjutnya, jaring yang sudah dipakaikan ke tubuh paus itu ditarik menggunakan 4 kapal motor ragam gardan dan 3 jet ski ke tengah laut, sebelum walhasil dilepas pada jarak 4 mil dari bibir pantai.

 

“Pada jarak tersebut, kedalaman laut sudah cukup memungkinkan bagi paus ukuran besar seperti itu untuk bergerak. Pelaksanaan evakuasi dengan memimalisir cedera pada paus benar-benar profesional,” papar Lukman Hadi.

 

Sebelum dievakuasi, regu gabungan sudah melaksanakan beraneka upaya penyelamatan paus dengan nama latin Physeter Macrocephalus itu. Di antaranya dengan memasang karpet berair di atas tubuh paus. Tujuannya supaya kulit paus tidak kepanasan. Dengan dikasih karpet berair, lendir pada kulit paus akan tetap awet. Sehingga metabolisme tubuhnya tetap normal.

 

“Alhamdulillah, hingga air pasang tadi malam paus tetap hidup, dan sukses evakuasi dengan bagus ke tengah lautan,” tandas Lukman Hadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *