Aplikasi Pesan Supir Pribadi, Tak Sasar Pasar Gojek cs

Hati usaha Astra, Mytra Driver diyakini tidak akan berebut pasar dengan layanan permintaan kendaraan lewat aplikasi yang tengah populer seperti Gojek, Grab, dan Uber.

 

Karena, menurut Gina Permana, Business Leader Mytra, layanannya dialamatkan untuk kalangan menengah ke atas yang membutuhkan supir untuk mengendarai mobil pribadi mereka. Segmen pasar inilah yang menurut Ginabelum dilayani oleh aplikasi transportasi on demand itu.

 

“Sebetulnya kita berbeda  dengan layanan transportasi on demand yang telah ada, karena kita lebih menyasar ke pasar yang memang telah nyaman dengan kendaraannya sendiri,” kata Gina.

 

Lebih lanjut menurutnya, layanan Mytra Driver melayani segmen orang hal yang demikian yang seringkali kelelahan di macetnya Jakarta atau berharap ke luar kota tanpa mengemudi sendiri.

 

Tetapi hal itu tidak membuat Mytra Driver tidak punya pesaing. Sebelumnya, telah meluncur aplikasi supir pribadi serupa ialah, Oper (Online Helper) dan Valetic. Keduanya memiliki sistem perhitungan jasa supir yang tidak jauh berbeda ialah berbasis rute dan lama perjalanan.

 

Tetapi, Mytra Driver percaya diri layanannya akan konsisten mendapatkan tempat di Jakarta. Karena, perusahaan menggandeng perusahaan PT Daya Mitra Selaras (DAMIRA), perusahaan yang menyediakan jasa supir pribadi. Gina berharap nama besar Astra dan DAMIRA bisa membuat lebih banyak konsumen percaya pada produknya.

 

“Kita punya value jadi kami sangat percaya diri dengan value kita. Jadi kita akan memberikan mutu dan jaminan. Karena again jika kita berharap mempercayakan seorang driver mobil kita itu memang harus terhadap sopir dengan background dan mutu yang bagus. […] Diharapkan dengan kita membawa nama DAMIRA dan nama besar Astra juga, orang akan nyaman menerapkan layanan ini,” Gina membeberkan.

 

Sayangya, tidak semua pemilik mobil bisa memesan supir dari aplikasi ini. Gina membeberkan cuma mobil yang berasuransi yang bisa dikendarai oleh supir Mytra Driver yang ialah buah hati perusahaan Astra, PT Astra Graphia Information Technology/AGIT itu.

 

“Ini kita baru iuntuk pemilik mobil yang mobilnya telah ter-cover asuransi mereka sendiri, apapun asuransi mobilnya. (Sengaja) kita batasi dahulu, melainkan ke depan kita akan launch,” tambahnya.

 

Ia juga mengucapkan bahwa di masa depan, Mytra.id akan meluncurkan produk asuransi on demand. Produk itu untuk melindungi pelanggan ataupun mobil yang sedang menerapkan layanan supir panggilan ini. Asuransi menurut penerapan itu juga rencananya akan diaplikasikan untuk layanan lainnya. Sayang, Gina tidak mau menyebut waktunya.

 

“Saya bocorin sedikit bahwa banyak sekali produk-produk Astra yang bermain di wilayah asuransi, jadi untuk itu ditunggu aja. Itu emang penting banget sih. (Tetapi) jika asuransi driver-nya akan dikasih oleh DAMIRA. Seandainya mobil dan konsumennya belum,” tutupnya.

 

Mytra Driver telah diluncurkan secara beta sejak akhir Desember. Aplikasi yang diwujudkan Owned Solutions itu telah diunduh 2.600 kali di Android. Pengguna iOS bisa mengaksesnya dari laman Mytra.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *