Loading...
TEKNOLOGI

Bukan e-Commerce, Blockchain Bakal Jadi Tren Selanjutnya

Steven telah menyatakan bahwa pemain e – commerce di Indonesia maupun di luar negeri telah benar – benar mapan. Sehingga, kecuali tak idamkan ketinggalan, startup perlu menyaksikan tren baru ke depannya,  blockchain.

 

” Saya mendorng startup yang tetap menyaksikan e – commerce untuk meloncat ke blockchain. Karena dunia lain telah nggak ngomongin e-commerce lagi, di AS startup ecommerce telah jarang karena pasarnya telah dewasa. Di sini termasuk begitu, ” papar Steven Suhadi, Co founder Blocktech, di kawasan Rasuna Said.

 

Sayangnya, ilmu berkenaan blockchain tetap belum benar-benar bagus. Akan tetapi walaupun begitu, dia menilai kesadaran telah merasa meningkat bersama banyaknya perusahaan yang bermaksud mengimplementasikan teknologi ini.

 

“ Di Indonesia telah merasa growing awareness berkenaan blockchain. Sudah tersedia sebagian satu} perusahaan besar yang senang implementasi dan sebagian satu} konglomerat telah tahu, ” sambungnya

 

Indonesia termasuk berpotensi besar bisa jadi pemain global karena perkembangan di luar negeri tidak jauh di banding di di dalam negeri. “ Di luar negeri hanya sedikit lebih baik, artinya hanya sedikit jarak kita untuk mengejar, ” Steven mengungkapkannya.

 

Ketika ditanya berkenaan tantangan mengaplikasikan teknologi ini, Steven menyebut bahwa masyarakat hanya perlu membuat perubahan paradigma saja. Masalah investasi tak akan jauh berbeda dari adopsi teknologi lain seperti halnya internet.

 

“ Cara pikir aja (yang perlu diubah). Pikirannya adalah bukan kita membuat di sedang tetapi menyebarkan proses makanya perlu tersedia perubahan paradigma. Ini bukan hanya dari aspek developer tetapi termasuk dari pemilik usaha atau statup. Bagaimana mengakibatkan data terdesentralisasi, ” terangnya.

 

Sementara itu, Blocks Tech Labs sendiri merupakan perusahaan yang fokus mengembangkan startup yang berhubungan bersama blockchain di Asia Tenggara.

 

Perusahaan ini menolong pemain luar negeri untuk menjangkau pasar di Indonesia dan sebaliknya, membangun ekosistem blockchain dan startup di wilayah Asia Tenggara sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *