Van Gaal Bersedia Tangani Klub Inggris demi Kalahkan MU

Louis van Gaal masih menyimpan dendam membara pada Manchester United yang mendepaknya 2016 lalu. Pria asal Belanda itu terhubung kesempatan untuk lagi melatih klub Liga Primer Inggris untuk membalas dendam pada MU.

 

Van Gaal menggunakan dua th. di Old Trafford dan menutup musim terakhirnya bersama trofi Piala FA. Namun, jabatannya dicopot manajemen klub yang menentukan untuk mendatangkan Jose Mourinho.

 

Keputusan manajemen Setan Merah jadi pengalaman pahit yang tak akan dulu dilupakan Van Gaal. Buktinya, pria 66 th. itu masih menyimpan dendam untuk membalas perlakukan MU.

 

“ Saya bisa saja tidak akan melatih klub lagi. Namun, ada satu pengecualian. Jika ada tim besar di Inggris yang menawari aku pekerjaan, maka aku akan menerimanya,” kata Van Gaal kepada Daily Mirror.

 

“ Karena bersama begitu aku punyai kesempatan untuk mengalahkan Manchester United, ” sambungnya.

 

Mantan pelatih timnas Belanda itu tidak mendendam pada Mourinho yang sempat jadi asistennya di Barcelona. Ia justru berang bersama perlakuan Wakil CEO MU Ed Woodward yang diakui tidak jujur di dalam mengambil alih keputusan.

 

“ Ed Woodward harusnya mengunjungi aku untuk merampungkan masalah ini. Saya tidak punyai masalah apa pun bersama Jose Mourinho, ” ujarnya.

 

Media – media Inggris pun mulai melancarkan spekulasi kecuali Van Gaal benar-benar serius. Chelsea dan Arsenal dijadikan opsi kuat bagi Van Gaal untuk menuntaskan balas dendamnya kepada ManUtd.

Daftar Pemain yang Kariernya Dihancurkan Madrid, Nomor 1 Sempat Jadi Pemain Termahal

Real Madrid yaitu klub tersukses di Eropa. Los Blancos tercatat sebagai klub tersukses di Liga Spanyol dengan koleksi 33 trofi. Itu juga di Liga Champions, yang mana Madrid tercatat sebagai klub paling sukes dengan raihan 12 gelar.

 

Sejarah besar itu membuat banyak pemain top Eropa berminat melanjutkan karier bersama Madrid. Tapi, tak semua pemain top dapat bersinar bareng Madrid. Banyak pesepakbola yang justru terpuruk bareng Madrid, padahal mempunyai catatan gemilang bersama klub terdahulu. Siapa saja?

 

  1. Nicolas Anelka

 

Anelka dua separo musim (1997-1999) membela Arsenal. Dalam jangka waktu itu, Anelka mengemas 26 gol dari 76 penampilan. Pencapaian itu terhitung bagus, mengingat umur Anelka ketika itu belum genap 20 tahun. Pada bursa transfer musim panas 1999, Anelka malah diboyong Real Madrid dengan biaya 35 juta euro atau sekira Rp571 miliar.

 

Akan tetapi, Anelka hanya mengemas tujuh gol dari 32 penampilan bersama Madrid di musim 1999-2000. Akhirnya di bursa transfer musim panas 2000, penyerang berkepala plontos itu dilego ke Paris Sant-Germain.

 

  1. Michael Owen

 

Owen yaitu penyerang andalan Liverpool dalam kurun 1997-2004. Dari 284 penampilan, Owen mengemas 150 gol. Singkat kata, setelah mengamati tak kunjung meraih trofi prestisius bersama Liverpool, Owen mempertimbangkan hengkang ke Madrid pada bursa transfer musim panas 2004.

 

Tapi, Owen melempem bersama Madrid. Dari 45 penampilan di semua arena, Owen hanya mencetak 17 gol. Menjadi ironis di musim hal yang demikian karena Liverpool selaku eks klub Owen menjuarai Liga Champions. Sementara Madrid mentok di 16 besar. Pada hasilnya di bursa transfer musim panas 2005, Owen dilepas Madrid ke Newcastle United dan gagal menemukan performa terbaiknya sampai mempertimbangkan pensiun pada 2013.

 

  1. Ricardo Kaka

 

Kaka sempat memecahkan rekor transfer dunia ketika didatangkan Madrid dari AC Milan pada bursa transfer musim panas 2009, yaitu 58,5 juta pounds atau seimbang Rp1,07 triliun. Tidak heran Kaka ditebus mahal. Sewaktu membela Milan dalam kurun 2003-2009, Kaka tampil di 307 penampilan dengan koleksi 104 gol dan 66 assist.

 

Tapi, karier Kaka hancur bersama Madrid. Gelandang yang masuk skuad Brasil ketika menjuarai Piala Dunia 2002 itu sering kali dilanda cedera. Selama membela Madrid dalam kurun 2009-2013, Kaka hanya mentas di 120 pertandingan dengan raihan 29 gol dan 39 assist. Sesudah itu pada 2013, Kaka kembali membela Milan dan gagal menemukan performa terbaik layaknya di jangka waktu pertama. Di pengujung 2017, Kaka mempertimbangkan pensiun dan Orlando City jadi klub terakhir yang dibelanya.

Penjualan Mobil Toyota Sulit Disaingi

Tahun 2017 memang tetap menyisahkan satu bulan lagi. Namun berasal dari data penjualan wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Toyota di th. ini akan sulit terkejar Daihatsu dan Honda yang menjadi rival terdekatnya.

 

Selama periode Januari – November 2017, mobil Toyota telah terjual sebanyak 347.626 unit bersama dengan market sharing 35%. Daihatsu berada di bawahnya bersama dengan selisih yang cukup jauh. Penjualan Daihatsu baru 173.353 bersama dengan market sharing 17,4%, disusul Honda bersama dengan penjualan 171.574 unit dan market sharing 17,3%.

 

Urutan keempat sampai kesepuluh berturut-turut adalah Mitsubishi bersama dengan penjualan sebanyak 108.620 unit, Suzuki 101.652 unit, Hino 26.567 unit, Isuzu 17.792 unit, Nissan 13.657 unit, Datsun 9.449 unit, dan Wuling 3.918 unit.

 

Secara keseluruhan, keseluruhan penjualan mobil secara nasional telah meraih angka 994.436 unit. Gaikindo sendiri pada th. ini menargetkan penjualan mobil secara nasional sebanyak 1,1 juta unit.

Daftar Pemain dengan Gaji Tertinggi Di Dunia 2018

Kepindahan Alexis Sanchez ke Manchester United membuatnya masuk deretan pemain bergaji tertinggi di dunia. Melainkan, masih kalah ketimbang Lionel Messi dan Neymar.

 

Graziano Pelle pindah ke Shandong Luneng pada musim panas 2016. Per tahunnya, Pelle dibayar Rp 284 miliar atau sekitar 15 juta pound per tahun.

 

Paul Pogba sekarang jadi pemain Manchester United dengan gaji tertinggi kedua di klub itu. MU membayarnya Rp 292 miliar per tahun.

 

Kylian Mbappe mendadak jadi pemain muda terkaya tahun ini setelah dikontrak Paris St-Germain dengan upah Rp 301 M per musim.

 

Penyerang Brasil, Hulk, dibayar Shanghai SIPG senilai Rp 334 M per musim. Layak saja Hulk betah bermain di sana sejak 2016.

 

Wajar saja Cristiano Ronaldo sedang gusar mengingat Real Madrid cuma membayarnya Rp 351 per musim (18,5 juta pound). Ronaldo cuma ada di urutan keenam pemain gaji tertinggi tahun ini.

 

Penyerang Argentina, Ezequiel Lavezzi, jadi pemain kelima dengan gaji tertinggi berakhir dibayar Rp 385 M per musimnya oleh Hebei China Fortune.

 

Ada di posisi keempat pemain bergaji tertinggi yakni Oscar. Gelandang asal Brasil itu dibayar Rp 400 M per musimnya oleh Shanghai SIPG.

 

Alexis Sanchez yang baru pindah ke Manchester United Januari 2018 seketika menyeruak ke posisi ketiga. MU membayarnya sekitar Rp 444 miliar per tahunnya hingga 2022.

 

Berakhir jadi pemain termahal dunia tahun lalu, Neymar dibayar Rp 602 miliar oleh Paris St-Germain.

 

Di posis teratas pemain dengan gaji tertinggi ada Lionel Messi. Berakhir meneken kontrak baru dengan Barcelona, Messi dibayar 41 juta pound (Rp 769 M) per tahunnya hingga 2022.

Pemain Bergaji Tertinggi Dunia, Ronaldo Peringkat 6

Sedangkan dua tahun beruntun meraih penghargaan Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo ternyata bukanlah pemain yang mendapatkan upah paling mahal di dunia.

 

Dia justru berada di posisi enam dari 10 pemain yang mendapatkan gaji paling tinggi per tahun di dunia sepakbola.

 

Karena itu, tak mengherankan kalau timbul isu Ronaldo ingin hengkang dari Real Madrid cuma karena upahnya rendah. Dia ingin dibayar paling tak sama dengan Lionel Messi yang berada di posisi teratas dari 10 pemain termahal ketika ini.

 

Berdasarkan laporan media Marca, Ronaldo butuh kepastian pembayaran gaji yang sama besarnya dengan Messi atau ia akan meninggalkan Spanyol secepatnya.

 

Berikut 10 pemain yang mendapatkan gaji paling besar dalam setahun :

 

  1. Lionel Messi (Barcelona) £40.5 juta
  2. Carlos Tevez (Shanghai Shenhua) £33.5 juta
  3. Neymar (Paris Saint-Germain) £31.7 juta
  4. Oscar (Shanghai SIPG) £21.1 juta
  5. Ezequiel Lavezzi (Hebei Fortune) £20.3 juta
  6. Cristiano Ronaldo (Real Madrid) £18.5 juta
  7. Hulk (Shanghai SIPG) £17.6 juta
  8. Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) £15.9 juta
  9. Paul Pogba (Manchester United) £15.4 juta
  10. Graziano Pelle (Shandong Luneng) £15 juta

Daftar Pelatih Yang Paling Sering Dipecat

Pada Era sepakbola modern pada saat ini, hasil ialah hal yang amat penting. Oleh karena itu, menangani klub top Eropa seperti Chelsea, Manchester United, Barcelona dan Real Madrid memang tidak mudah. Tekanan untuk memenangkan laga dan gelar amat besar dan kekalahan tidak akan pernah bisa diterima.

 

Konsekuensi bagi pelatih karena gagal memenuhi sasaran tertentu seperti memenangkan piala, lolos Liga Champions atau tidak bisa selamat dari degradasi umumnya berupa pemecatan. Namun, persoalan di ruang ganti juga bisa membikin pelatih kehilangan pekerjaannya.

 

Berikut ini lima pelatih top yang kerap kali dipecat dalam karirnya seperti dikabarkan Sportskeeda :

 

  1. Claudio Ranieri – 8 kali

Claudio Ranieri pernah menangani beberapa klub besar Eropa seperti Napoli, Valencia, Atletico Madrid, Chelsea, AS Roma, Juventus, Inter Milan, dan AS Monaco dalam 31 tahun karir kepelatihannya. Pelatih impian Italia itu cuma memenangkan satu gelar liga papan atas dalam karirnya yang panjang dan dipecat dalam delapan kans.

 

Ranieri mengawali karir kepelatihannya pada tahun 1987 di Campania Puteolana, sebuah klub kecil di Italia. Dia kemudian pindah ke Cagliari pada tahun 1988 dan namanya mulai menjulang. Dia bergabung dengan Napoli pada tahun 1991 melainkan dipecat oleh klub hal yang demikian pada tahun 1993. Chelsea memecatnya pada tahun 2004 sesudah masa jabatan empat tahun tanpa gelar.

 

Dia pernah dipecat oleh Valencia, Juventus, dan Inter Milan pada 2005, 2009, dan 2012. Dia juga dipecat oleh Monaco pada 2014 sedangkan berhasil menjadi runner up di Ligue 1. Ranieri dipecat oleh Yunani cuma dalam waktu lima bulan. Dia kemudian mendarat di Premier League pada tahun 2015 dan memberi arahan Leicester City meraih gelar Premier League pada tahun 2016 melainkan dipecat pada musim berikutnya karena hasil yang buruk.

 

  1. Roy Hodgson

Roy Hodgson ialah salah satu pelatih paling lama di dunia sepak bola ketika ini. Dia mengawali karir kepelatihannya di Halmstads pada tahun 1976 dan sudah menangani lebih dari 20 regu dalam 42 tahun sebagai pelatih. Terlepas dari kesuksesan di Malmo, Hodgson sejauh ini gagal meraih trofi liga dengan regu papan atas manapun. Dia juga tidak terlalu berhasil dengan regu nasional.

 

Dia pernah memimpin beberapa klub besar seperti Inter Milan, Blackburn Rovers, Udinese dan Liverpool. Selain itu, Hodgson sudah mengelola regu nasional seperti Swiss, Finlandia, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Dia tidak pernah tinggal di klub selama lebih dari 4 tahun dan sudah dipecat lima kali dalam karir karirnya.

 

Karung pertamanya terjadi pada tahun 1998 di Blackburn Rovers. Dia kehilangan pekerjaannya di Udinese pada tahun 2001 dan dipecat oleh Finlandia pada tahun 2007 karena hasil yang buruk. Pada tahun 2010, Liverpool memecatnya sesudah cuma satu musim dan pada 2016, dia dipecat dari peran pelatih Inggris.

 

  1. Sam Allardyce – 5 kali

Sam Allardyce hampir memecahkan 30 tahun dalam karirnya sebagai pelatih sepakbola. Dia pernah menangani beberapa regu top Inggris seperti Newcastle, Blackburn Rovers, Sunderland, Bolton Wanderers, West Ham, dan timnas Inggris.

 

Allardyce dipekerjakan sebagai pelatih pemain di West Brom pada Februari 1989 melainkan kemudian dipecat pada 1991. Dia lalu menangani Blackpool dari 1994 hingga 1996 dan dipecat pada akhir musim 1995/96.

 

Dia memimpin Bolton selama tujuh tahun dan lalu pindah ke Newcastle kemudian dipecat dalam waktu tujuh bulan. Dia langsung pindah ke Blackburn Rovers pada tahun 2008 dan dipecat pada tahun 2010 serta mengalami nasib yang sama di West Ham pada tahun 2015. Dia mengagetkan, karirnya sebagai pelatih Inggris cuma bertahan 67 hari, menyusul tuduhan skandal suap.

 

  1. Pepe Mel – 5 kali

Pepe Mel mengawali karir kepelatihannya di Coslada di Spanyol. Tugas pertamanya sebagai pelatih di kasta tertinggi datang pada tahun 2001 di klub Spanyol, Tenerife dan terdegradasi. Dia pernah menangani klub divisi dua seperti Getafe, Alaves, dan Polideportivo Ejido.

 

Pemecatan pertama dalam karirnya terjadi di Polideportivo Ejido. Dia pindah ke Rayo Vallecano pada tahun 2006 melainkan kemudian dipecat pada tahun 2010. Dia mengani Betis selama tiga tahun sebelum pindah ke Premier League dengan West Bromn pada tahun 2014 melainkan dipecat dalam waktu lima bulan.

 

Dia kembali ke Spanyol melainkan kemujurannya tidak berubah. Dua tugas kepelatihan berikutnya berakhir dengan pemecatan di Betis dan Deportivo La Coruna masing-masing pada 2016 dan 2017. Pelatih asal Spanyol hal yang demikian ketika ini sedang menganggur.

 

  1. Steve McClaren – 5 kali

Steve McClaren mengawali karir kepelatihannya di Derby County pada tahun 1995 dengan menjadi pembantu manajer Jim Smith. Dia pindah ke Manchester United pada tahun 1999 dan kemudian ke timnas Inggris pada tahun 2000 sebagai pembantu manajer.

 

Dia ditunjuk sebagai manajer Middlesbrough pada tahun 2001 dan kemudian untuk Inggris pada tahun 2006. Namun, dia dipecat ketika Inggris gagal lolos ke Euro 2008. Dia menangani Twente selama dua tahun sebelum pindah ke VfL Wolfsburg. Dia dipecat oleh Wolfsburg di tahun 2011 karena hasil yang buruk.

 

Saat beberapa tugas singkat dengan Nottingham Forest dan Twente, dia mendarat di Derby County. Derby County lalu memecatnya pada tahun 2015. McClaren kemudian menghadapi pemecatan di Newcastle United dan untuk kedua kalinya, di Derby County.

 

ini dia menjadi konsultan pelatih di Maccabi Tel Aviv. Keberhasilan terbesar karir kepelatihannya terjadi pada 2010 ketika dia memimpin FC Twente meraih gelar Eredivisie.

Bonus Per Pemain Madrid Bisa Bentuk Klub Liga 1 Semusim

Real Madrid menggelontorkan bonus besar untuk musim 2017. Pihak klub total memberikan duit bonus sebesar €2 juta atau setara Rp32 miliar per pemain dan pelatih.

 

Jumlah bonus selanjutnya tentu terlampau fantastis. Bahkan jikalau dibandingkan bersama dengan kompetisi Liga 1 Indonesia, bonus per pemain Madrid itu dapat membentuk satu klub Liga 1 di dalam semusim.

 

Biaya yang diperlukan satu klub di Indonesia sebetulnya berkisar pada Rp25 miliar hingga Rp35 miliar per musim. Jumlah duit selanjutnya udah juga belanja pemain dan ongkos operasional klub di dalam satu musim.

 

Sebelumnya, fasilitas Spanyol Marca memberitakan, bonus yang diberikan manajemen Madrid menjadi total jumlah yang terbesar selama histori klub Los Blancos sejak 1957/1958.

 

Bonus besar selanjutnya di terima para pemain karena prestasi mentereng Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan musim lalu dan musim ini. Deretan trofi bergengsi berhasil mereka boyong menjadi Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, La Liga Spanyol, dan terbaru th. ini adalah Piala Dunia Antarklub.

 

Jumlah bonus €2 juta per pemain itu sebagian besar berasal dari prestasi tim anjuran Zinedine Zidane berhasil meraih trofi Liga Champions dua kali beruntun dan juara La Liga musim lalu.

 

Untuk pencapaian tersebut, pihak manajemen meyakinkan memberikan bonus sebesar €1,5 juta (setara Rp24 miliar) untuk masing-masing pemain El Real.

 

Bonus juga diberikan kepada seluruh staf dan dibagikan juga ke para staf pelatih di bawah Zidane.

 

Kucuran bonus selanjutnya tak berhenti hingga di situ. Bonus kembali diberikan lantaran Madrid dapat meraih Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub th. ini.

 

Marca mengabarkan pihak pemain yang diwakili sang kapten, Sergio Ramos, dan manajemen udah melakukan negosiasi mengenai jumlah bonus tambahan itu. Disepakati bersama dengan bahwa nilainya adalah €500.000 atau setara (Rp8 miliar).

Berapa Gaji Pebalap di Akademi VR46 Milik Valentino Rossi?

Kiprah VR46 Akademi balap punya Valentino Rossi tampaknya bakal langsung naik ke level lebih tinggi. Tim VR46 udah tampil di Moto2 sejak musim lalu. CEO VR46, Alberto Albi Tebaldi pun mengutarakan optimismenya menghadapi balapan musim depan.

 

Kini tercatat 11 pembalap berada di bawah naungan VR46. Akademi VR46 sebetulnya menarik banyak talenta muda dan menelurkan pembalap-pembalap memiliki bakat di dunia. Salah satunya Franco Morbidelli yang bakal tampil di MotoGP 2018. Berkat penampilan konsisten, Morbidelli pun dipercaya ikuti kelas utama MotoGP bersama dengan tim Marc VDS Racing.

 

Tebaldi kemudian mengutarakan visi dan misi akademi, tujuan hingga faktor finansial yang dikeluarkan perusahaan VR46 untuk melatih tiap-tiap pembalap. Ini merupakan sebuah proyek jangka panjang yang amat menguntungkan.

 

“Pembalap kita berlatih di sini (di Ranch), namun juga di gym, di Misano, di mana mereka punya pelatih dan dokter yang mengikutinya. Jika aku kudu memberi harga padanya, tiap tiap pembalap bakal menelan ongkos antara 60 dan 70 ribu euro (Rp 1, 1 Miliar) setahun,” kata Tebaldi layaknya dikutip berasal dari Todocircuito, Kamis (21/12/2017).

 

Tebaldi beri tambahan tim akademi balap VR46 bakal mendapat keuntungan jika tersedia pembalap yang join di kelas utama MotoGP. Karena mereka bakal mendapatkan gaji yang lebih tinggi yakni setengah juta euro.

 

Di Moto2, misalnya, Lorenzo Baldasarri mendapatkan gaji tahunan sekitar 100.000 euro pada tahun 2017. Sementara Akademi balap VR46 cuma mendapatkan 10% (10 ribu euro).

 

Tim balap Sky Racing Team VR46, meluncurkan livery yang bakal digunakan pada tahun depan. Peluncuran livery lagi pakai panggung talent show X Factor.

 

Jurnalis Italia, Guida Meda, mempresentasikan identitas warna yang bakal melekat pada motor Moto2 dan juga Moto3 di tim Valentinto Rossi itu. Dikutip berasal dari GPOne, Sabtu (16/12/2017), sebetulnya tak tersedia yang tidak sama berasal dari livery motor tahun ini. Warna hitam masih amat mencolok dengan kata lain mendominasi. Sedangkan logo Sky putih berada di didalam lingkaran warna biru.

 

Satu-satunya perbedaan adalah motor yang bakal dikendarai para pembalap Sky Racing Team VR46. Di kelas Moto2, mereka balapan bersama dengan Kalex, namun Moto3 pakai KTM.

 

Melihat lebih dekat pada beraneka sisi, tidak tersedia pergantian logo mencolok berasal dari tahun selanjutnya bersama dengan nama tim yang tampilkan di didalam lingkaran yang mengingatkan pada roda motor dan cakram. Pada 2018, Oakley sekali lagi bakal menjadi sponsor utama bersama dengan Monster Energy, Dainese, dan AGV seluruh juga udah konfirmasi.

Dovizioso: Marc Marquez Pebalap Pintar

Andrea Dovizioso menyebut Marc Marquez sebagai salah satu pebalap paling jago di MotoGP dikala ini karena mampu tampil cerdik di peristiwa penting.

 

Marquez menunjukkan sisinya sebagai pebalap muda dengan tampil tanpa cemas jatuh di lintasan. Pada musim 2017, Marquez berulang kali terjatuh di sesi latihan bebas tapi dikala perlombaan berlangsung, Marquez hanya dua kali terjatuh, merupakan di Argentina dan Perancis.

 

Selepas itu, Marquez senantiasa tampil sempurna dikala perlombaan berlangsung.

 

“Banyak pebalap yang adakalanya jatuh tapi hanya satu orang yang seperti Marc Marquez,” kata Dovizioso dalam wawancara dengan Speedweek.

 

Dovizioso bahkan tidak ragu menyebut Marquez sebagai pebalap yang jago.

 

“Marc Marquez merupakan salah satu pebalap paling jago di kelas MotoGP. Meskipun ia sering terjatuh di latihan bebas dan memacu motor sampai batas optimal, ia mampu tampil bagus di peristiwa penting.”

 

“Marc Marquez jarang terjatuh dikala balapan berlangsung. Menarik untuk memandang apakah Marquez masih tampil seperti sebelumnya di 2018 atau ia lebih waspada di latihan bebas,” kata Dovizioso.

 

Dovizioso jadi rival utama Marquez di MotoGP 2017. Dovizioso mampu memaksa Marquez bertarung sampai seri terakhir untuk penentuan titel juara dunia.

Gelandang Bertahan Terbaik di Eropa Musim 2017/2018

Gelandang yaitu jantung regu di atas lapangan dalam permainan sepakbola. Mereka yaitu pemain yang membangun koneksi antara lini belakang dan depan. Namun gelandang bertahan yaitu tipe pemain yang menjadi pelindung bagi para defender.

 

Peran gelandang yaitu profesi yang paling sulit dan benar-benar diperlukan dalam sepakbola. Dan ketika regu punya lini tengah yang lemah, itu ibaratnya manusia tanpa tulang punggung.

 

Berikut ini lima gelandang bertahan terbaik di Eropa pada musim 2017/18 sejauh ini seperti diinfokan Sokka.

 

  1. Jorginho – Napoli

Jorginho tak terlalu dikenal sebelum musim 2017-18. Namun, musim ini gelandang asal Italia hal yang demikian telah banyak dikenal di semua Eropa. Pemain berusia 26 tahun ini ketika ini sedang menjadi motor di lini tengah Napoli. Pemain internasional Italia itu memiliki ketepatan passing sebesar 89,3% di Serie A dan 88,6% di sepak bola Eropa.

 

  1. Casemiro – Real Madrid

Casemiro dapat dibilang sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di La Liga. Dia yaitu pemain yang cukup tetap semenjak ia melaksanakan debutnya pada tahun 2013. Gelandang asal Brasil berusia 26 tahun itu berhasil membikin ketepatan passing sebesar 88,1% di La Liga padahal ia mencatatkan 90,2% di Liga Champions.

 

  1. Nemanja Matic – Manchester United

Nemanja Matic, yang bergabung dengan Manchester United pada musim panas lalu dari Chelsea dengan biaya 40 juta pounds, ketika ini yaitu salah satu gelandang bertahan terbaik di Premier League. Pemain berusia 29 tahun itu datang untuk mengambil peran Michael Carrick dan sekarang menjadi pemain kunci di lini tengah. Di musim pertamanya bersama United, pemain Serbia itu yaitu pemain yang tetap di Old Trafford. Matic mencatatkan ketepatan passing yang mencapai 86,7% di Premier League dan 89,2% di Liga Champions.

 

  1. N’Golo Kante – Chelsea

Kante bergabung dengan Chelsea pada 2016 sesudah membantu Leicester City memenangkan gelar Premier League pertama mereka. Kepindahan pemain Prancis hal yang demikian yaitu elemen utama penurunan drastis The Foxes pada musim 2016-17. Tim yang bermarkas di King Power Stadium itu tak dapat menemukan gelandang yang seimbang untuk menggantikan pemain internasional Prancis hal yang demikian.

 

Pada bulan April 2017 di Chelsea, Kante menerima penghargaan PFA Players’ Player of the Year dan Premier League Player of the Season. Kante ketika ini dianggap sebagai gelandang bertahan terbaik di Premier League musim ini. Dia berhasil mencatatkan ketepatan passing sebesar 89,3% di PremierLeague, dengan prosentase yang sama di Liga Champions.

 

  1. Sergio Busquets – Barcelona

Gelandang Barcelona Sergio Busquets mungkin yaitu gelandang bertahan terbaik di semua Eropa ketika ini. Pemain berusia 29 tahun itu telah bermain bersama pemain cerdik termasuk Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta dan menampilkan kecakapannya di musim ini. Busquets berhasil membikin ketepatan passing sebesar 89,4% di La Liga dan 93,2% di Liga Champions pada musim ini.