Loading...
TEKNOLOGI

Nazi Bersekutu dengan UFO, Mereka Ada di Antartika

Kategori Bumi Berongga mengklaim jikalau tentara Nazi membangun markas rahasia di Benua Antartika untuk pendaratan makhluk luar angkasa atau UFO.

 

Artinya, Nazi dan UFO sudah ‘saling mengenal’ sejak Perang Dunia II berkecamuk. Anomali misterius ini terbentang sekitar 240 kilometer dan mencapai kedalaman maksimum sampai 850 meter.

 

Adalah Rodney Cluff, dalam bukunya berjudul Top Secret: Our Earth Is Hollow, yang mengklaim sudah menemukan markas rahasia UFO Nazi di benua yang letaknya paling selatan Bumi itu.

 

Cluff mengatakan, tentara Nazi yang menganggap dirinya ras superior, mengklaim sebagai ‘Penjaga Bumi’ dan tinggal di sentra Bumi, yaitu Antartika.

 

“Mereka secara teratur memata-matai kita menggunakan pesawat ruang angkasa dan piring terbang. Mayoritas UFO benar-benar berasal dari dalam planet kita,” klaim Cluff, dikutip dari Express.

 

Cluff, yang juga pendorong Bumi Berongga, menuturkan jikalau dia dan kelompoknya bernama Hollow Earther percaya ada tiga pintu masuk ke perut Bumi. Dua di dekat kutub (utara dan selatan) dan satu lagi di Pengunungan Himalaya.

 

Ia mengaku bahwa teori ini berawal dari kepercayaan Yunani Kuno, Buddha dan Kristen.

 

Pada kans terpisah, kategori pemburu UFO, SecureTeam10, membeberkan teorinya perihal keberadaan markas UFO milik Nazi di Antartika.

 

“Sampai sekarang, ilmuwan tidak memiliki metode untuk menemukan apa yang terkubur jauh di bawah lapisan es tebal ini. Tetapi, kami menemukan beberapa bukti dalam beberapa tahun terakhir. Seperti adanya pintu masuk dan tanpa sesuatu yang dapat terbang dan bentuk yang sama seperti lubang itu sendiri,” demikian penjelasan SecureTeam10.

 

Format aneh di Antartika yang dijuluki Wilkes Land, pertama kali ditemukan oleh satelit NASA pada 2006.

 

Beberapa peneliti meyakini anomali itu yaitu hasil dari hantaman asteroid berukuran dua kali dari asteroid yang memusnahkan dinosaurus.

 

Jauh ke belakang, astronom Edmond Halley pada tahun 1692, meyakini bahwa Bumi tidaklah padat namun dibentuk oleh beberapa bola berongga.

 

Penjelajah Kutub Utara Olaf Jansen mengklaim bahwa dia berlayar melewati pintu masuk ke inti Bumi pada 1811. Jansen juga mengaku tinggal di ‘Kota Surga’ (Eden) yang menawan selama dua tahun bersama orang-orang super yang tingginya lebih dari 12 kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *