Penger på Dagen | Joustolaina | Sammenlign kredittkort rabatt | Bytte Strømleverandør | Billigste Husalarm | Billig Forsikring | Beste Mobilabonnement | Billigste Varmepumpe 2018
T-Cash Telkomsel Dipakai Belanja Rp 450 Miliar Tiap Bulannya

Menutup th. 2017, fasilitas pembayaran online Telkomsel T-Cash menggenapkan 10 juta pelanggan dengan 30 persen pengguna aktif. Angka itu meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun yang lalu.

 

Kini tidak kurang dari 60 juta transaksi dilayani T-Cash sepanjang 2017. Rata – rata penggunanya sendiri menghabiskan Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per bulan.

 

Gambaran kasarnya, T-Cash melayani transaksi meraih Rp 450 miliar tiap-tiap bulannya. Angka itu didapat bersama mengalikan 30 persen pengguna aktif (sekitar tiga juta pengguna) bersama kebanyakan uang yang mereka habiskan di T-Cash.

 

” Pengguna kita umumnya menggunakan T-Cash untuk membeli pulsa, melakukan pembayaran offline di 50.000 mitra merchant, maupun pembayaran online untuk e-commerce atau pembayaran listrik” kata CEO T-Cash Danu Wicaksana.

 

Ke depannya T-Cash berambisi menjadi fasilitas pembayaran online nomer satu di Indonesia. Per tahun. 2021 atau lebih kurang lima th. dari sekarang, jumlah pelanggan ditargetkan meningkat dari 10 juta menjadi 100 hingga 120 juta.

 

Untuk mencapainya, T-Cash mengambil keputusan beberapa trik bisnis. Salah satunya membangun jaringan pembayaran online yang inklusif dengan sebutan lain menjangkau semua kalangan.

 

Selama ini pengguna T-Cash didominasi masyarakat lifestyle yang menggunakan smartphone dan terhitung didalam proses perbankan. Selama dua th. terakhir, T-Cash jadi menyasar segmen mikro yaitu masyarakat tempat yang belum terjangkau perbankan atau disebut unbanked.

 

” Sekarang ini persentasenya 60 persen pengguna lifestyle dan tetap 40 persen pengguna mikro. Nanti kita ingin kadar ini dibalik, ” Danu menjelaskan.

 

Bagi pengguna lifestyle, transaksi bersama T-Cash dapat lewat mekanisme Sticker Tap dan Snap QR Code di lebih dari 50.000 merchant. Beberapa di antaranya adalah KFC, Starbucks, dan bioskop XX1.

Sistem pengisian saldo pun dapat dilaksanakan lewat 60.000 titik layanan, jadi dari ATM Bersama, GraPARI, Mobile GraPARI, minimarket semacam Indomaret dan Alfamart, hingga outlet-outlet pulsa Telkomsel. Aplikasi T-Cash pun sudah diunduh lebih kurang dua juta kali di Android maupun iOS.

Baca Juga :   Alexa Hadir di PC Windows, Bagaimana Nasib Cortana

 

Sementara bagi pengguna mikro yang belum terjangkau perbankan, T-Cash bekerja sama bersama beberapa bank. Saat ini yang sudah berhubungan bersama BTPN, sesudah itu ke depan dapat menggaet BNI dan Mandiri.

 

” Kami edukasi masyarakat pedesaan untuk masuk ke proses perbankan, tetapi lewat T-Cash, ” kata Danu.

 

Pengguna dapat memperoleh akses finansial yang enteng layaknya cek saldo tabungan, transfer, pembayaran, tarik tunai, tanpa kudu mendatangi kantor fisik bank. Mereka memadai mengakses T-Cash dari menu USSD di ponsel, sehingga bersama feature phone pun kompatibel.

 

T-Cash sedia kan 800.000 titik yang dinamai “Bang T-Cash”, berwujud outlet-outlet kecil di daerah-daerah sebagai pengganti fungsi bank.

 

Mulai tahun ini, T-Cash terhitung menginisiasi fasilitas “international remittance” untuk memudahkan pengiriman uang dari TKI di Singapura ke Indonesia bersama ongkos lebih tidak mahal dari opsi yang dimiliki TKI sementara ini.

 

Secara total skema pemakaian dengan sebutan lain user case T-Cash tak hanya soal pengisian pulsa, pembayaran offline di merchant, atau pembelian online di fasilitas e-commerce. T-Cash terhitung melayani pembayaran tagihan air, BPJS, asuransi, TV kabel, dan pembelian token listrik. Sesama pengguna T-Cash terhitung dapat saling transfer saldo lewat fitur peer to peer (P2P).

Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *